Selasa, 19 Mei 2015

ALAT MUSIK TRADISIONAL KALTIM (KADIRE)

4. Kadire

Kadire (http://www.berbagifun.com)

Kadire termasuk alat musik tiup yang bentuknya menyerupai keledi. Sumber bunyi kadire tidak diperoleh dengan meniup buah labu yang dikeringkan, melainkan tempurung kelapa. Tempurung kelapa ini berfungsi sebagai pengatur nada. Kadire dimainkan saat upacara adat masyarakat Dayak kenyah.

Sumber : http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2015/02/alat-musik-tradisional-kalimantan-timur.html

ALAT MUSIK TRADISIONAL KALTIM (KETIPUNG)

3. KETIPUNG
       
Alat musik yang satu ini juga termasuk salah satu alat musik tradisional yang berbau Timur Tengah yang membawa pengaruh sampai ke Kalimantan Timur. Alat musik ketipung ini adalah sejenis gendang kecil yang biasa dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu bernuansa Timur Tengah.


Sumber: http://infofromwe.blogspot.com/2013/04/alat-musik-kalimantan.html

ALAT MUSIK TRADISIONAL KALTIM (GAMBUS)

1. Gambus
Gambus merupakan alat musik petik seperti mandolin. Alat musik ini berasal dari Timur Tengah. Pengaruh dari Timur Tengah dibawa oleh orang-orang Melayu yang banyak bermukim di pesisir Kalimantan Timur. Kebanyakan orang-orang Melayu ini beragama Islam. Gambus yang digunakan dalam Tingkilan menggunakan kayu nangka sebagai badannya. Berat gambus ini sekitar 50 gram dan memiliki panjang 70 cm. Badan gambus bercat coklat, sedangkan dawainya dari bahan nilon. Dawai dalam gambus bervariasi, mulai dari berdawai empat hingga duabelas.

Sumber : http://gpswisataindonesia.blogspot.com/2015/02/alat-musik-tradisional-kalimantan-timur.html

ALAT MUSIK TRADISIONAL KALTIM (SAMPEK)


1. Sampek: 



Bentuk Kebudayaan Kalimantan Timur sangat sederhana dan keseniannya terjadi karena kerja sama antar individu, yang pada saat tertentu memperoleh inspirasi karena persentuhannya dengan alam sekitarnya.

Perasaan dan pikiran yang diungkapkan adalah manifestasi yang menjadi milik kolektif, karena mereka pula bersama-sama mengerjakan ciptaan tersebut. Dari sinilah terciptanya seni musik dan seni tari tradisional; dan terbentuk dalam pola-pola tertentu lalu berkembang dari masa ke masa, bergandengan erat dengan adat-istiadat, agama, dan kebiasaan-kebiasaan masyarakat dan dengan demikian menjadi suatu ciri khas daripada seni/budaya daerah Kalimantan Timur.

Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah
Suku Dayak Kenyah adalah salah satu suku di antara suku Dayak lainnya yang ada di Kalimantan Timur. Jenis Alat Musik Tradisional Suku Dayak Kenyah adalah Sampe.

Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (semacam gitar) mempunyai dawai/tali, kadang-kadang tiga ataupun empat dawai (tergantung dari kesenangan pemiliknya/pemainnya).

Bentuk dan ukurannya
  • Panjang sampe - kurang lebih 1.25 meter (termasuk ukuran untuk kepalanya).
  • Lebar bagian bahu: + 25 cm/30 cm, bagian bawah ± 15 cm. Bentuknya dapat dilihat pada gambar berikut:
Sampe
Sampe
 Karakteristik Sampe
a. Sampe adalah sejenis alat musik yang dipetik (sejenis gitar) yang mempunyai dawai/tali, ada yang menggunakan tiga dawai dan ada pula yang menggunakan empat dawai tergantung dari kesenangan si pernain. Sampe yang berdawai tiga, mempunyai nada masing-masing:
- Dawai pertama = C ( 1 )
- Dawai kedua = sama dengan dawai pertama
- Dawai ketiga = G ( 5 )
Sedangkan yang empat snaar :
- Dawai pertama = C(l)
- Dawai kedua = sama dengan dawai pertama
- Dawai ketiga = E (3)
- Dawai keempat = G (5)
Pada mulanya dawai itu dibuat dari tali sejenis pohon enau (aren). Sudah tentu dapat kita maklumi bahwa suara yang dihasilkan tidak sebagus jika menggunakan dawai seperti gitar, akan tetapi yang
dernikian itu merupakan ciri khas suara sampe. Kemudian setelah keadaan berkembang, pengaruh dari luar tentu akan mengubah pula keadaanya . Dawai dari pohon enau diganti dengan kawat baja (bekas kawat slang), hingga sampai saat ini masih dipergunakan kawat tersebut; kadang-kadang dawai gitar (E) yang dipakai untuk ke-3 (4) dawai sampe tersebut.

b. Khusus pada dawai pertama (C), di bawah dawai itu dibuat tanggatangga nada (not). Tangga-tangga ini terbuat dari rotan yang sudah di potong-potong (+ 1 cm panjangnya) dan bentuknya mulai tebal hingga menipis.

Jika akan memainkan lagu lain dan kemungkinan not berbeda dengan not yang sudah disusun tadi, maka rotan tersebut terpaksa harus digeser untuk dilaras dengan lagu lain (berbeda dengan gitar, yang kolom-kolomnya tersebut permanen). Cara melaras sampe (dawai 1), dawai pertama ini dibagi dua yaitu : C (i) dan C (1).

Penampang Resonatur dan Dawai Sampe
Penampang Resonatur dan Dawai Sampe
Dari C kemudian dibuat jarak untuk tangga-tangga berikutnya (2 3 4 5 6 …dst) sesuai dengan keperluan. Dan dari dasar ini (C) sebagai permulaan, dimulai memainkan irama dari lagu tersebut (yang akornya 5 – 3 – 1 – 1) atau (5 – 1 – 1).

Salah satu contoh not dari sebuah lagu sebagai pengiring tarian-tarian leleng:
Ket. : dawai I melodi – Dawai 2 – (3) – 4 – Pengiring (irama)
Dengan melihat not tersebut kita dapat melaras sampe sebagai berikut :

Cara Melaras Dawai Sampe
Cara Melaras Dawai Sampe
Cara memainkan sampe :
Seperti halnya pada gitar, fungsi tangan kanan adalah untuk memetik nada, sedangkan tangan kiri menekan dawai (dawai I). Kadang-kadang tangan kiri (jari) ikut memetik pula, sambil menekan nada-nada yang dibunyikan sebagai varasi suara.

Musik sampe ini dapat dimainkan dengan dua atau tiga sampe bersamaan dengan pembagian tugas sebagai berikut :
1. Sampe 1 khususnya untuk melodi
2. Sampe 2 khusus untuk irama/pengiring
3. Sampe 3 khusus variasi (bahasa daerah : Tingkah).

Biasanya alat ini dimainkan :
1. Sebagai pengiring tari-tarian di dalam pesta keramaian (tari gong, burung enggang, tari perang, tari leleng).
2. Untuk mengisi waktu senggang.

sumber : http://www.plengdut.com/2012/12/alat-musik-tradisional-daerah.html